Impossible (Prolog)

Title: Impossible
By: Anggi Muliawati

Cast: 
•Dimas Anggara as Reno Argario
•Michelle Ziudith as Yasmine Xena
•Audi Marissa as Naomi Gissela
•Billy Davidson as David Erdam
•Yunita Siregar as Aqila Yudistar
•DLL

••Prolog••

Pernah mengagumi seseorang? Sepertinya, jawabannya adalah Iya. Dan sekarang, itu yg aku rasakan. Aku mengaguminya. Awalnya aku mengira ini hanya rasa kagum sesaat, tapi-- Entah dimulai dari mana, rasa kagum ini tumbuh menjadi rasa sayang yg begitu besar.

Dua tahun aku menyimpan rasa kepadanya, dan dua tahun juga aku harus menerima caci makian darinya. Dia slalu menghina, mengejekku, bahkan kerap kali memukulku. Meskipun aku tidak pernah tahu apa salahku? Mengagumi itu hak semua orang bukan? Lalu apa yg salah?

Dia selalu melihatku dengan sebelah matanya. Mungkin dia memandangku tidak lebih seperti debu yg sama sekali tidak berguna, malah hanya membuat kotor saja.
Tapi aku menganggap itu semua sebagai tantangan. Tantangan untuk menuju kebahagiaan yg hakiki.

Tak jarang pula aku menahan sesak setiap kali melihatnya bersama gadis lain. Aku ingin marah. Tapi apa hakku? Aku bukan siapa-siapanya. Aku tak berdaya. Aku hanya seorang gadis cupu yg berharap suatu saat bisa bersanding dengan seorang bintang sekolah. Tetapi, bukankah semuanya tidak ada yg Impossible? Jadi, aku pikir harapanku itu bisa saja terjadi. Ya, meskipun Aku sadar perbedaanku dengannya bagaikan langit dan bumi, namun apa salah jika aku menyayanginya?
Aku menyayanginya tulus, aku tak pernah meminta imbalan apapun dari rasa sayangku. Cukup bisa melihatnya bahagia, itu sudah lebih dari cukup untukku.

****

Jelek ya?
Like dan komen ya.

@Anggimuliawati_

Foto: Maaf baru dishare sekarang.
Like dulu sebelum membaca!

Happy Reading;)
****

Title: Impossible
By: Anggi Muliawati_

Chapter 01 : "Cinta Butuh Perjuangan"

"Semakin ku berusaha mendekatimu,
Semakin sering aku malu didepan umum.
Semakin ku bersikap baik padamu,
Semakin kamu acuhkan diriku."

----

Seorang gadis berkacamata tebal yg menghiasi mata indahnya dengan rambut berkuncir satu, duduk ditepi lapangan basket sekolah, jari-jari lentiknya bergerak dengan lincah, mengukir setiap garis lekuk wajah seseorang diatas kertas putih. Sesekali matanya Melihat kearah permainan lihai para anggota tim basket putra, lebih tepatnya Reno, pemuda yg selama ini ia kagumi. Dengan melihat wajahnya saja, sudah bisa membuat ia semangat! Semangat untuk menjalani kehidupan yg serba sulit ini. Meskipun gadis ini tahu Reno tidak menyukainya dan selalu membuatnya malu di depan umum, Namun itu tidak membuat ia menyerah. Gadis ini akan tetap menyukainya.

Reno mendribble bolanya dengan lincah, kemudian berlari mendekati ring dan memasukan bola orange itu kedalam ring tanpa hambatan. Kembali, Reno mengambil bola orange itu, lalu Memantul-mantulkannya. Tapi, entah itu disengaja atau tidak. Bola basket itu terlempar ke luar lapangan basket.

“Hei, tolong ambilkan bola basket itu!” teriak Reno kepada gadis ini. Gadis ini pun segera berlari untuk mengambil bola basket itu.

“Hei teman-teman! Coba lihat, si Yasmin anak cupu itu! Dia terlalu terobsesi ke gue, sampai-sampai mau ajja gue suruh-suruh.” Teriak Reno dan membuat Yasmin nama gadis ini tercengang! Kata-kata mengejek yg Reno lontarkan berhasil membuat tawa siswa-siswi yg menonton itu lepas. 
Malu! Ya, Yasmin malu. Ini sudah kesekian kalinya ia dipermalukan seperti ini, tapi entah kenapa, ia tidak bisa marah. Yasmin hanya mampu tersenyum pedih saat semua orang mentertawakannya.

Reno mengambil paksa sketsa lukisan Yasmin, lalu melihatnya. Terdapat gambar wajahnya disana. Tanpa ragu Reno menyobeknya menjadi dua bagian, dan melemparnya tepat diwajah Yasmin.

"Gambar lo itu jelek! Gue gak sudi jadi bahan objekan gambar jelek lo itu!" Bentak Reno sarkastik. Ia langsung berlalu meninggalkan lapangan. Yasmin memejamkan matanya menahan bulir air mata yg siap kapan saja untuk meluncur. Ia terus menguatkan diri dalam hati, ini semua tidak seberapa dengan kebahagiaan yg akan ia dapatkan nanti.

****

Yasmin berdiri ditengah lapangan, menghormat kearah bendera yg berkibar ditengah lapangan. Gadis ini dihukum akibat tidak mengerjakan tugas matematika yg harus dikumpulkan malam ini. Semalam ia memilih tidur lebih cepat karena ada beberapa masalah dirumahnya. Masalah yg membuatnya enggan untuk mengingatnya.

“YASMINN...” teriak seseorang, Yasmin tak mau mencari arah suara itu karena ia ahu pasti siapa pemilik suara itu

“Yasmin! Mendingan lo istirahat dulu deh. Gue takut lo pingsan." Ucap orang itu dengan khawatir seraya membawa sebotol air.

“Gak usah Nom. Gue takut bu Sarah lihat dan bisa-bisa hukuman gue ditambah lagi."

“Tapi, Yas--" Naomi menyodorkan sebotol air mineral.

“Gue gak apa-apa-- lo balik ajja ke kelas." Naomi mendengus sebal, sahabatnya ini benar-benar keras kepala. Ia meletakkan botol minuman itu di dekat kaki Yasmin lalu segera kembali ke kelas.

Sudah setengah jam Yasmin berdiri didekat tiang bendera, Ia merasakan kepalanya semakin berat, penglihatannya mulai buram, semua yg berada disekelilingnya terasa berputar, tulang-tulang kakinya semakin lemas, Yasmin menutup matanya, pasrah. Sampai akhirnya-- semua terasa gelap.

****

Yasmin mengerjap-ngerjapkan matanya. Menyesuaikan cahaya matahari yg masuk kedalam retina matanya.
Ia mengerang pelan sembari memegang kepalanya.
"Errgghh-- Gu..gue dimana?"

“lo di UKS." Jawab seseorang yang duduk disebelah ranjang dengan cueknya.

“Reno?”

“gak usah kaget gitu dan gak usah GR! gue Cuma nolong lo.” Ucap Reno dingin seakan bisa membaca pikiran Yasmin. Tetapi Yasmin membalasnya dengan senyuman. Jika Reno mau menolongnya itu berarti Reno peduli terhadapnya.

“gue bilang nggak usah GR!" Reno mulai gerah melihat Yasmin yg terus tersenyum menatapnya.
"Jangan mimpi lo bisa jadi pacar gue." Lanjut Reno sarkastik. Yasmin tersenyum kecut mendengarnya. Tapi tak apa. Yasmin akan terus berusaha memperjuangkan cintanya. Sampai cinta ini sendiri yg memintanya untuk berhenti berjuang.

“thanks ya, Ren." Ucap Yasmin tulus yg hanya dibalas dengan deheman kecil dari Reno.

Hening. Suasana didalam ruang UKS itu menjadi hening. Tak ada percakapan sama sekali. Dua makhluk ini sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai akhirnya sebuah suara muncul dari balik pintu.

“YASMIN LO GAK PAPAKAN?” teriak seseorang dengan panik, Yasmin menutup kupingnya. Sedangkan Reno hanya memutar bola matanya kesal.

“ya ampun Naomi. Bisa gak sih, gak usah teriak-teriak."

Naomi hanya bisa ceengengesan tidak jelas.
“lo sih ngeyel, udah gue bilang istirahat aja dulu.”

Yasmin pura-pura tak mendengarnya. Ribet kalau sudah berurusan dengan sahabatnya yg satu ini. Merasa sudah tidak ada tanggung jawab untuk menjaga Yasmin lagi, Reno berdiri dari tempat duduknya.

“Reno? kamu mau kemana?” tanya Yasmin. Namun Reno tak menghiraukan pertanyaan itu. Ia langsung berjalan keluar dan menghilang dibalik pintu UKS.

Fiuhhh..
Yasmin menghembuskan nafasnya yg terasa berat. Menghadapi pria dingin seperti Reno butuh ekstra kesabaran.

“masih aja lo harepin orang kayak gitu.” Ucap Naomi seraya memainkan Iphone nya, membuat Yasmin mendelik kesal kearahnya.

“dia itu baik tahu.” bela Yasmin. Sekarang Naomi yang mendelik kesal, diperhatikan sahabatnya itu, bisa-bisanya sahabatnya ini menyukai orang seperti Reno.

“iya! Saking baiknya dia sering buat lo nangis."

Yasmin tak menjawab lagi. Ia terdiam memikirkan perkaaan Naomi. Ya, Naomi benar Reno memang sering membuatnya menangis tapi Yasmin tak pernah ada niatan untuk membenci Reno. Malah semakin hari rasa sayangnya semakin besar, ia tidak peduli berbagai macam bentuk ejekkan dan hinaan apa lagi yg akan Reno lakukan kepadanya. Karena satu hal yg slalu ia yakini dalam hati. Apapun bisa terjadi. Didunia ini tidak ada yg Impossible. Selagi ia mau berjuang, semua harapan itu pasti akan terwujud. Hanya tinggal menunggu waktu yg akan menjawabnya nanti.

****

Quotes:

"Cinta itu tak mengenal sampai berapa kalinya engkau dihina.
Tak mengenal seberapa kalinya kau dipermalukan karena cinta.
Tapi, cinta itu mengenal sebuah kata ‘Perjuangan’ untuk bisa mendapatkan keajaiban Cinta."

----

Jelek? Gpp.
Kalau like dan komennya banyak bakal dinext!

@Anggimuliawati_

Komentar