So' Happy reading:)
Hoppe like it;)
***
Cerpen: Jangan Pergi
Author: Anggi Muliawati
Genre: Romance, Friendly, adult young.
***
Andaikan waktu bisa berputar kembali,
Rasanya aku ingin lari keluar dan berteriak bahwa aku cinta kau!!
Namun sayang,
Waktu memang takkan pernah bisa diputar kembali.
Yg bisa ku lakukan kini hanya menanti..
Menanti sampai tiba,
Waktunya takdir mempersatukan kita..
***
Gadis cantik berwajah tirus ini terus melangkahkan tungkainya menyusuri koridor sekolah.
Entah apa yg ia rasakan sekarang, haruskah ia marah? Marah akan kebodohannya yg telah menyia-nyiakan seseorang yg paling berarti dari hidupnya. Bodoh!! Ia memang benar-benar bodoh!!
Saat hendak berbelok kesebelah kanan, tiba-tiba seseorang menarik pergelangan tangannya.
Sesampainya dihalaman belakang sekolah, Ify menghempaskan secara kasar lengan yg mencengkram pergelangan tangannya.
"Loe apa-apaan sih Shil?" Tanya Ify yg tak terima dgn perlakuan sahabatnya itu.
"Apa-apaan loe bilang?" Ulang Shilla. Ia tersenyum miring, senyum meremahkan.
"Seharusnya gue yg bilang gitu ke elo!! Elo yg apa-apaan... maksud loe apa nyembunyiin semuanya dari gue?" Lanjut Shilla.
Ify menatap sahabatnya itu. Alis sebelah kanannya terangkat, ia tak mengerti apa yg dimaksud Shilla.
"Maksud loe Shill? Gue bnr-bnr gak ngerti.."
"Gue udah tau semuanya.. tentang perasaan loe dan...... Rio..." Suara Shilla melemah saat dibagian akhir kalimatnya.
Shilla mengalihkan pandangannya kearah lain. Matanya terasa memanas menahan tangis. Sedangkan Ify? Ia terdiam ditempatnya. Berusaha mencerna setiap kata yg keluar dari bibir gadis dihadapannya. Jadi? Shilla telah mengetahui semuanya?
"Shill.. Gue bisa jelasin..."
"Kenapa Fy? Kenapa loe tega bohongin gue? Kita sahabatkan Fy? Tapi kenapa loe nyembunyiin ini semua dari gue? Kenapa Fy? kenapa?" Tanya Shilla. Tak terasa air mata yg sedari tadi ia tahan kini jatuh sudah.
"Shil.. Gue tau gue salah.. gue bener-bener minta maaf.. Gue gak pernah ada maksud buat nyembunyiin perasaan gue... Gue cuman gak mau loe sakit hati, gue pengen loe bahagia bersama cinta loe..." Ify menghirup udara yg terasa sulit ia dapatkan. Lalu menghembuskannya pelan.
"Maafin gue Shil, gue emang bukan sahabat yg baik buat loe, gue jahat.. karna gue udah mencintai Rio. Tapi please jgn benci gue... gue janji, gue akan buang perasaan ini jauh-jauh.. maafin gue...." lanjut Ify dgn wajah tertunduk lemas.
Shilla menyeka air matanya. Pandangannya beralih kembali menatap Ify. Sejenak ia memperhatikan Ify yg sedang menundukkan kepalanya, dan tanpa basa-basi ia langsung memeluk tubuh Ify.
Ify tersentak kaget saat Shilla memeluknya.
"Loe gak salah Fy.. gue yg salah... gue yg udah ngerebut Rio dari loe,, gue gak tau malu Fy... Maafin gue Fy, maaf.." lirih Shilla. Ify melepaskan pelukan Shilla dan menyeka air mata Shilla yg kembali terjatuh.
"Gak ada yg salah.. gue.. elo.. ataupun Rio.. gak salah.. yg salah adalah keadaan,, keadaan yg memaksa kita harus melakukan semua ini..." ucap Ify disertai dgn senyuman manisnya. Shilla pun ikut tersenyum mendengar ucapan Ify.
"Best friend Forever..." lanjut Ify, ia menjulurkan kelingkingnya kearah Shilla.
"Best Friend forever" seru Shilla seraya mengaitkan kelingkingnya dgn kelingking Ify.
***
Rio menatap hamparan ombak yg saling berlomba menyapu pantai. Pikirannya kembali melayang ke masa lalu. Masa dimana ia slalu bersama dgn gadis pujaannya. Masa dimana ia slalu menjadi bahu sandaran utk gadis pujaannya. Masa dimana ia slalu berbagi tawa dan tangis dgn gadis pujaannya. Masa dimana ia mulai mengenal dan memahami cinta dari gadis pujaannya. Masa dimana ia harus kehilangan gadis pujaannya, karena ia memutuskan untuk pergi.
"Yo..." panggil seseorang dari arah belakang tempatnya berdiri saat ini yg berhasil membuyarkan lamunan Rio tentang masa lalunya bersama gadis yg mampu meluluh lantahkan hatinya.
Rio tak menoleh. Ia sudah hapal betul pemilik suara lembut itu.
"Ada apa loe nyuruh gue kesini?" Tanyanya to the point, saat orang itu telah berada disebelahnya.
"Ada yg mau gue omongin sama loe..."
"Tentang?"
"Ify..."
Rio mendesah sebal. Kenapa ia harus slalu diingatkan dgn gadis itu. Mati-matian ia berusaha melupakan Ify, namun slalu saja ada hal yg mengingatkannya.
"Gue gak mau ngomongin dia.."
"Tapi Yo.. ini penting..."
"Gue gak peduli, seberapa penting itu..."
"Yo..."
"Gak ada yg lebih menarik apa utk kita omongin? Misalnya ttg hubungan kita?" Tanya Rio. Ia menatap seseorang yg berada disebelahnya.
"Justru itu.. ini ada hubungannya dgn hubungan kita..."
-Shilla- orang tersebut, menatap lurus kedepan. Berusaha menyusun kata-kata yg tepat utk ia sampaikan kepada lelaki yg sangat ia cintai ini.
"Gue udah tau ttg perasaan loe ke Ify, loe cinta dia kan.." ucapnya lirih.
"Shil..."
"Loe gak perlu minta maaf, karna ini bukan salah loe.. Gue cuman mau bilang, kejar cinta loe sekarang juga, atau loe akan menyesal utk selamanya..." tutur Shilla seraya tersenyum manis.
"Ngga... gue udah janji utk ngelupain dia.. lagi pula gue udah punya seseorang yg sayang sama gue.. yaitu elo" balas Rio. Shilla meraih tangan Rio dan menggenggamnya.
"Yo.. please jgn siksa lagi perasaan loe.. gue emang bisa miliki raga loe, tapi gue gak bisa miliki hati loe.. gue gak mau jadi penghalang diantara kalian... dan utk hubungan kita, anggap ajja gak pernah terjadi apapun diantara kita"
Rio terdiam. Ia mengalihkan pandangannya
kearah laut yg luas. Ia benar-benar tidak tau harus berbuat apa.
Seketika suasana menjadi hening. hanya terdengar
deburan ombak. Tak tahan dgn suasana hening
seperti ini, Shilla kembali bersuara.
"Yo.. gue boleh minta satu permintaan ke elo?" Tanya Shilla. Rio hanya membalasnya dgn sebuah anggukan kecil tanpa menoleh sedikitpun.
"Gue boleh peluk loe? Untuk yg terakhir kalinya,, sebelum semuanya benar-benar berakhir.." pinta Shilla. Rio menoleh dan langsung menarik tubuh Shilla kedalam dekapannya.
Shilla membalas pelukan Rio dgn erat.
"Maafin gue Shill..." lirih Rio.
***
Ify membelalakan matanya saat membaca sebuah pesan singkat yg dikirim oleh seseorang yg tak tau siapa.
'Cepat pergi keatap sekolah sekarang juga!! Atau loe gak akan pernah bisa bertemu dgn Rio lagi utk selamanya!!'
Begitulah kira-kira isi pesan singkat itu. Sejenak Ify berpikir, apa ini hanya tipu daya Rio? tapi untuk apa? Bukankah 2 hari yg lalu ia telah mengatakan akan berusaha melupakan Ify.. Ahh, entahlah.. Ify tak mau ambil pusing dgn hal itu. Ia berusaha tidak memperdulikan pesan singkat yg dikirim oleh seseorang itu.
Namun tak berapa lama, Handphone nya kembali bergetar menandakan ada sebuah pesan yg masuk. Cepat-cepat Ify membuka pesan itu dan membacanya.
'Datang sekarang juga!! Atau besok loe akan liat Rio dimakamkan!!'
Ify kembali membelalakan matanya. Apa maksudnya ini? Tidak. Ia tidak akan membiarkan seseorang mencelakai Rio. Ia terlalu mencintai Pria itu hingga membuatnya tak sanggup jika harus melihat tubuh Rio menyatu dengan tanah.
Tanpa pikir panjang lagi, Ify segera berlari menuju atap sekolah.
Sesampainya di atap sekolah ia mengedarkan pandangannya. Rasa khawatirnya benar-benar memuncak ketika mengetahui orang yg dicarinya tak ada ditempat itu.
"Yo.. loe dimana?" Tanya Ify. Ia benar-benar takut terjadi sesuatu dgn Rio.
"Yo.. jgn buat gue takut... loe dimana?"
Lagi dan lagi.. utk kesekian kalinya Ify menangis karna Rio. tubuhnya bergetar hebat karba tangisannya, isakan demi isakan semakin terdengar jelas.
Takut? Itulah yg dirasakan Ify saat ini. Ia benar-benar takut kehilangan Rio, meski ia tau, ia tak akan bisa memiliki Rio, tapi tak apa utk Ify, asalkan ia masih bisa utk melihat Rio, itu sudah cukup utknya.
Tiba-tiba terdengar suara petikan gitar dari arah belakang dan langsung disusul dgn suara bariton yg sudah tak asing diindera pendengaran Ify.
Mungkin hanya Tuhan..
Yang tahu segalanya..
Apa yang ku inginkan di saat-saat ini..
Kau takkan percaya..
Kau selalu di hati..
Haruskah ku menangis..
tuk mengatakan yang sesungguhnya....
Ify memutar tubunya dan mendapati seseorang yg berdiri sekitar 2 meter dari tempatnya tengah bernyanyi disertai senyum hangat utknya.
Ify terpaku. Menatap orang itu tak percaya. Namun kelegaan menjalar diseluruh tubuhnya ketika melihat orang yg sedari tadi dicarinya baik-baik saja, setidaknya utk saat ini tidak ada yg perlu ia khawatirkan.
Kaulah segalanya...
Untukku...
Kaulah curahan hati ini...
Tak mungkin ku melupakanmu...
Tiada lagi yang ku harap, hanya kau seorang.....
"Rio..." panggilnya pelan. Bahkan terdengar seperti bisikan. Sedangkan si empunya nama hanya terus melanjutkan lagunya.
Kau takkan percaya..
Kau selalu di hati..
Haruskah ku menangis..
tuk mengatakan yang
sesungguhnya.....
Kaulah segalanya...
Untukku...
Kaulah curahan hati ini...
Tak mungkin ku melupakanmu...
Tiada lagi yang ku harap, hanya kau seorang.....
Kaulah segalanya...
Untukku...
Kaulah curahan hati ini...
Tak mungkin ku melupakanmu...
Tiada lagi yang ku harap, tiada lagi yang ku harap
Tiada lagi yang ku harap, hanya kau seorang.....
-Rio- orang itu, menaruh gitarnya. Dan langsung melangkah mendekati Ify.
Rio menatap lekat-lekat wajah Ify. Wajah yg sangat dirindukannya. Gadis ini benar-benar telah berhasil membuat Rio gila karna ulahnya. Gadis yg sedari dulu sampai sekarang memiliki ruang terindah dihatinya, menempati tahta tertinggi dihatinya, serta mampu menguasai hatinya tanpa ingin membaginya dgn orang lain.
Ia meraih tangan mungil Ify dan menggenggamnya erat, tak ingin kehilangan gadis ini lagi.
"Yo.. maafin gue.. maaf atas kebodohan gue.. maaf karna udah nyakitin loe, maaf karna gue gak pernah jujur ttg perasaan gue, maaf karna gue udah buat loe tersiksa, maaf kar..." ucapan Ify terhenti karna Rio langsung mengecup kilat bibir Ify.
"Ssstt... gak ada yg harus dimaafin, semuanya udah berlalu.. dan gue mau sekarang kita kembali membuka lembaran baru dgn cinta kita..." ucap Rio disertai dgn senyumnya yg memperlihatkan gigi gingsulnya.
Ify menatap Rio bingung, tak mengerti dgn maksud pemuda dihadapannya.
"Fy.. Would you be Mrs.Mario?" Tanya Rio dgn penuh harap.
Ify terdiam sejenak, 'Oh god? Apa ini mimpi? jika ini mimpi, tolong jgn bangunkan aku dari mimpi indah ini..' batin Ify.
"Fy..." panggil Rio yg mampu membuyarkan lamunan Ify.
Ify tersenyum lalu mengangguk pelan pertanda bahwa ia menerimanya.
Senyum kebahagiaan semakin mengembang diwajah tampan Rio. Ia langsung menarik Ify kedalam rengkuhan hangatnya.
"I Love You, Fy..." bisiknya tepat ditelinga Ify.
Ify tersenyum didalam rengkuhan Rio.
"I Love You to, Yo..." balas Ify.
Bahagia itu sederhana,
Sesederhana saat aku mencintai kamu.
Mungkin untuk sebagian orang tak percaya dengan adanya cinta sejati..
Tapi tidak bagiku.. Karna kini aku telah menemukan cinta sejati itu.
Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apapun yg akan terjadi pada kita.
Karna disaat kita lemah, Cinta itulah yg akan memberi kita kekuatan tersendiri agar tetap menjadi tegar.
-The End-
Yeyeye.. Happy Ending:)
Maaf ya jelek,, karna ini semata-mata hanya untuk kesenangan saja..

Komentar
Posting Komentar