Goresan Hati

Ada saat dimana cinta tak slalu memberikan rasa manis pada setiap org yg merasakannya,
Karena ada saatnya Cinta akan terasa sangat pahit,,
Tak selamanya cinta akan memberikan kenangan indah,
Terkadang ada pula kenangan buruk yg cinta berikan.

Seperti Yasmin, gadis remaja yg mengawali kisah cintanya dgn kepedihan dan mengakhirinya dengan kepedihan pula.

Tak terasa sudah 6 tahun Yasmin bersahabat dengan Reno,
Suka duka mereka lalui bersama, bermain basket, melihat indahnya pelangi jingga di senja hari, bermain musik, dan masih banyak hal lain yg mereka lakukan bersama, yg mampu Membuat benih-benih cinta tumbuh dihati Yasmin.
Dan inilah awal dari penderitaan Yasmin.

Entah sejak kapan rasa ini mulai tumbuh dihatinya,
Sebisa mungkin Yasmin berusaha utk menghilangkan rasa itu, namun semakin ia mengingkari semakin besar rasa itu tumbuh dihatinya.

Terkadang Yasmin slalu bertanya pada dirinya 'apakah Reno juga mencintaiku?'
Ahh, sepertinya Yasmin sudah tau jawabannya, pasti 'Tidak'

***

Tok tok tok
sesorang mengetuk jendela kamar Yasmin.
Dengan segera Yasmin pun membuka jendela kamarnya.

"Reno? kamu ngapain malam-malam kesini? pake manjat-manjat segala lagi? kalau disangka maling gimana?"
"Gue gak perduli Yas mau disangka maling atau apalah, yg pasti gue lagi seneng bgt Yas, dan gue pengen loe jadi orang pertama yg gue beritahu kabar gembira ini" Ucap Reno dengan nada yg terdengar sangat bahagia.
"Kabar gembira? kabar gembira apaan? loe menang undian?" Tanya Yasmin yg tak mengerti dgn maksud ucapan Reno.
"Gue udah jadian Yas sama Felin,," Ucap Reno dengan semangat.

Mendengar ucapan Reno, jantung Yasmin seakan berhenti berdetak, dadanya sesak, yg ada disekelilingnya seakan hanya karbondioksida hingga ia sulit mendapatkan oksigen.

Sakit..
Mungkin itu yg Yasmin rasakan.
Tapi sebisa mungkin Yasmin menutupi rasa sakit dan sedihnya itu agar Reno tak mengetahuinya,
Karena ia tak ingin merusak kebahagiaan sahabat sekaligus cintanya.

"Gue seneng kalau loe seneng"
Kata-kata itu pun terlontar dari mulut Yasmin,
Berat rasanya ia merelakan cintanya pergi bersama yg lain.
Namun apa daya, Yasmin bukan siapa-siapa yg mampu menahan cintanya agar tak pergi meninggalkannya.

***

Semenjak Reno berpacaran dengan Felin, waktunya tersita hanya untuk Felin, tak sedetikpun Reno meluangkan waktunya untuk Yasmin.
Hanya disekolah Yasmin dapat melihat Reno karena memang mereka satu kelas.
Tapi tak jarang pula Reno mengacuhkan Yasmin di Sekolah hanya utk kepentingan pribadinya bersama Felin.

1 minggu sudah Reno berpacaran dengan Felin. Itu tandanya sudah 1 minggu pula Yasmin tak menghabiskan waktunya bersama Reno -sahabatnya-

Kini Yasmin tengah berdiri diatas bukit yg slalu ia datangi bersama Reno,
Tapi sayang semenjak kedatangan gadis itu di hidup Reno, Reno tak lagi sempat untuk mendatangi tempat indah itu,,
Ya gadis itu, gadis yg masuk ke kehidupan Reno dan merusak segalanya, gadis yg telah merebut Reno dari sisinya, dan gadis yg telah merampas cintanya.

Sejenak Yasmin memejamkan matanya berharap semua yg terjadi hanyalah mimpi, mimpi buruk yg tak pernah ingin menjadi nyata.
Perlahan Yasmin kembali membuka matanya, dan ini nyata !! ini bukan mimpi, ini kenyataan pahit yg harus Yasmin terima.

Yasmin menatap pelangi jingga itu, 'indah' dan mempesona,
Namun tak seindah kisah cintanya.
"Gue benci sama yg namanya cinta, dan gue gak ingin jatuh cinta" Lirih Yasmin.

***

Kringg. Kring. Kring.
Bel bertanda jam pelajaran usai pun berbunyi.
Dengan segera Yasmin memasukan catatan dan alat tulisnya kedalam tas.

"Yas kantin yuk" Ajak Reno.
Sejenak Yasmin berpikir 'Reno ngajakin gue ke kantin? Tumben'
Yasmin benar-benar merasa bingung bercampur senang, karena Reno mengajaknya ke Kantin, ini tidak seperti biasanya, karena Reno slalu disibukkan dgn Felin.
"Wouyy, ke kantin Yuk!!" Ucap Reno yg mampu mengagetkan Yasmin.
"Biasa ajja dong, yaudah ayo"

Setibanya dikantin Yasmin hanya memesan Es teh manis, sedangkan Reno memesan bakso dan es jeruk.

Yasmin terus mengaduk es teh manisnya dengan sedotan,
Reno yg melihatnya begitu aneh, tak biasa-biasanya Yasmin seperti ini.

"Yas loe kenapa sih?" Tanya Reno sembari melahap bakso yg berada dihadapannya.

Yasmin hanya menggeleng lemah.
"Sebenernya loe kenapa sih Yas? Akhir-akhir ini tuh loe berubah tau gak, gak seperti Yasmin yg gue kenal"
Mendengar pernyataan Reno sontak Yasmin berhenti mengaduk-ngaduk es teh manisnya dan langsung menatap tajam ke arah Reno.

"Apa loe bilang? Gue berubah? sebenernya yg berubah itu siapa? hah?? gue atau elo?" Tanya Yasmin dengan nada agak tinggi.
Seketika Reno memberhentikan aksi makannya.
"Loe gak pernah tau kan Ren, gue kaya gini karna gue rindu loe yg dulu, mana Reno yg dulu yg slalu main bareng gue, Reno yg slalu ada buat nghapus air mata gue, Reno yg slalu ada disaat gue Rapuh, sekarang itu udah gak ada, Reno yg sekarang udah berbeda dgn Reno yg dulu gue kenal" Ucap Yasmin yg kemudian berlari meninggalkan Reno.

Andai aku dapat memilih,
Sejak awal takkan ku biarkan
cinta ini tumbuh,
Dan berkembang dihatiku,

Aku bukan malaikat,
Yg mempunyai hati begitu mulia,
Yg tak pernah mempan utk disakiti..
Tapi aku hanya manusia biasa,
Yg dapat terluka
Jika hati yg aku punya satu-satunya
itu disakiti..

***

Hari ini Yasmin tidak masuk sekolah, bukan lantaran ia malas melainkan ia sakit.

'Kok tumben yah Yasmin gak masuk hari ini' Batin Reno yg terus memandangi bangku Yasmin yg kosong.

Drrrtt,, drrrtt, drrrtt,

I-phone Reno bergetar,
-Satu pesan diterima-
dengan segera Reno pun membaca pesan itu.

From : Felin
to : Reno

'Pulang sekolah anter aku ke salon yah sayang, see you'

Reno pun membalas pesan singkat itu.

From : Reno
To : Felin

Maaf sayang, kayanya untuk hari ini aku gak bisa nganter kamu, aku ada urusan, maaf yah sayang'

-Pesan terkirim-

'Huufftt..' Reno menghela nafas panjang.

***

Tok, Tok, Tok,

Seseorang mengetuk pintu kamar Yasmin.

"Masuk.." Ucap Yasmin, ia tak mampu untuk membukakan pintu karena memang kondisi tubuhnya saat ini sangat lemah.

Ceklek.. pintu terbuka.

Yasmin menoleh kearah pintu kamarnya, dan melihat seseorang tengah berdiri diambang pintu sembari tersenyum.

"Reno??"
Reno pun mendekati Yasmin yg terbaring lemah diatas tempat tidurnya.
"Ngapain loe kesini?" Tanya Yasmin dengan ketusnya, ia memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Loe masih marah yah sama gue Yas?"
"Marah? marah buat apa? Gue bukan siapa-siapa loe Ren, jadi buat apa gue marah, toh loe sendiri gak akan peduli gue marah atau nggak" Ucap Yasmin lirih, Seraya menahan air matanya agar tak meluncur dipipinya.
"Yas..." Desis Reno.
"Keluar Ren, gue gak mau diganggu, gue butuh waktu untuk sendiri" Pinta Yasmin.
"Oiyah, gue cuman mau ngasih tau, kalau gak lama lagi gue bakal pergi ke Amsterdam, gue harap loe disini bahagia yah" Lanjut Yasmin.
"Yas loe mau ninggalin gue"
"ada atau gak ada nya gue disini, loe gak akan pernah perduli"

Kali ini Yasmin tak mampu membendung butiran kristal itu agar tak meluncur dipipinya.
Hatinya terasa sangat sakit, bahkan melebihi rasa sakit yg kini menyerang tubuhnya.

***

Aku harus pergi..
Pergi neninggalkan kisah ini..
Maafkan aku,
Yg tak pernah bisa berhenti mencintaimu..
Dan izinkan aku,
Untuk tetap mencintaimu
walaupun kau tak pernah mencintaiku..

Kini waktuku tlah tiba..
Untuk meninggalkan semuanya,
Selamat tinggal..
Ku harap kau dapat bahagia.

Reno menatap miris batu nisan yg bertuliskan 'Yasmin Diandra'.
Ia tak pernah percaya kalau sahabatnya akan pergi begitu cepat.
Jika ia tau ini akan terjadi, ia takkan pernah menyia-nyiakan sosok Yasmin.
Namun sayang 'nasi telah menjadi bubur' semuanya telah berakhir, berakhir tanpa dapat ia cegah.

"Nak Reno, ini ada titipan surat dari Yasmin sebelum ia pergi" Ucap Mamah Farah.

Reno mengambil sepucuk surat itu dan membacanya.
Mamah Farah pun pergi meninggalkan Reno.

Teruntuk Reno sahabatku..
Mungkin saat kamu baca surat ini aku udah pergi. Tapi bukan pergi ke Amsterdam melainkan pergi ke tempat yg lebih tenang.
Aku terpaksa berbohong jika aku akan pergi ke Amsterdam karena aku tak ingin kamu tau yg sebenarnya, Ya meskipun aku tau kamu gak akan peduli jika aku beritahu yg sebenarnya.
Aku divonis mengidap kanker otak, Haha, lucu yah, seorang Yasmin yg terkenal jutek, galak, periang sebenarnya Rapuh hanya karena penyakit, tapi yg lebih membuat aku rapuh lagi saat aku tau kamu gak pernah mencintai aku..
Ya mungkin kamu kaget membaca surat ini, dan mungkin kamu bertanya-tanya,
Sampai sekarang aku pun belum tau apa itu jawabannya, Tapi yg pasti aku mencintai kamu tulus, dan aku senang jika melihat kamu bahagia.

-Yasmin Diandra-

Reno kembali menatap batu nisan Yasmin.
"Yas kenapa kamu tinggalin aku,, aku nyesel bgt Yas karena gak pernah peka sama perasaan kamu, andai aku tau kalau kamu mencintai aku, pasti aku gak akan pernah mensia-siakan kamu, maafin aku Yas, maafin aku.." Ucap Reno sembari mengelus batu nisan Yasmin dan berlalu dari pemakaman.

Komentar